BERBAGI

BEKASI SELATAN – Ngobrol santai bareng Virgie Baker dan Najwa Shihab menyedot perhatian kaum milenial Bekasi. Kegiatan mengusung tema “Milenial Memilih #5Menitsaja Suaramu Menentukan Masa Depanmu” berpusat di Lagoon Avenue Bekasi, kemarin (11/4).

Ratusan kaum milenial dari berbagai sekolah dan kampus antusias mengikuti kegiatan. Gerakan milenial memilih diinisiasi Virgie Baker, merupakan gerakan untuk milenial peduli terhadap pemilihan umum (pemilu) yang tunggal menghitung jari.

Virgie yang juga inspirator kaum milenial mengatakan, bahwa kaum milenial mempunyai peran yang besar untuk menentukan kemajuan bangsa dan negara, khususnya daerahnya masing-masing. Ia juga berharap agar para milenial dapat berkontribusi banyak dalam pemilu sekarang maupun pemilu yang akan datang.

“Dalam kesempat ini, saya mengajak para milenial untuk beramai-ramai bergerak dan datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Hanya dengan 5 menit saja masuk ke bilik suara, maka suaramu akan menentukan masa depanmu,” tutur kepada Metro Bekasi.

Ia juga berpesan kepada para milenial, untuk tidak golput dan acuh. Pasalnya, apabila banyak milenial yang golput dan acuh, maka selain merugikan diri sendiri, juga orang banyak.

“Ayo kita sama-sama kampanyekan bahwa suara milenial bukan untuk golput. Tapi untuk memilih diantar yang paling baik dan yang terbaik,” himbaunya.

Lebih lanjut, ia juga memberikan sedikit gambaran untuk para milenial yang masih bimbang akan pilihannya. Ia menyarankan agar para milenial tidak usah bimbang dalam memilih.

“Kita tinggal cari tahu latar belakang para calon baik calon Presiden dan wakil presiden maupun calon anggota dewan yang mengikuti pemilu kali ini. Atau bisa juga berdialog dengan para kontestan secara langsung apabila mereka datang ke daerah teman-teman,” papar Virgie.

Hal senada juga disampaikan Najwa Shihab. Dia mengungkapkan sekarang eranya gadzed dan tehnologi sehingga kaum milenial lebih mudah mengetahui baground para kontestan yang mengikuti pencalonan.

“Dengan cara googling kita semua dapat mengetahui latar belakang para calon,” jelasnya.

Menurutnya, saluran komunikasi melalui tehnologi menjadi saluran yang egaliter. Tehnologi memungkinkan warga terdengar suaranya sehingga menjadi ruang untuk berkomunikasi langsung dengan para politikus.

“Sekarang kepedulian masyarakat dapat dituangkan melalui medium tehnologi misalnya media dengan politikus sehingga mudah didengar. Berbeda dengan dahulu jika ingin didengar oleh para politikus dengan mengirimkan surat kepada pembaca, melalui aksi dan lain sebagainya,” ungkap Najwa. (dhy/hyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here