Beranda Life Style Selalu Gugup

Selalu Gugup

110
BERBAGI

MR.co, BEKASI – PRISIA Nasution merupakan aktris berprestasi yang namanya selalu diperhitungkan di ajang penghargaan film Indonesia. Soal akting, dia memang tak perlu diragukan lagi.

Tak hanya di film, Prisia juga kerap terlibat dalam pertunjukan teater. Terbaru, dia akan bermain dalam pementasan teater bertajuk Nyanyi Sunyi Revolusi yang menceritakan kisah penyair sekaligus pahlawan nasional, Amir Hamzah.

Berlakon sebagai Tengku Tahura, Prisia mengaku sangat senang karena diberi kesempatan mengeksplorasi hal baru di dunia teater.

“Suka aja ada media lain. Sebagai aktor tidak cuma sekedar film aja ya, mungkin lama-lama ada kejenuhan, ada media baru tapi profesinya sama. Senang juga mengeksplor yang lain,” kata Prisia Nasution, ketika ditemui di konferensi pers jelang pementasan teater Nyanyi Sunyi Revolusi di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu Lalu (12/1).

Sebenarnya Prisia Nasution sudah dua kali memerankan karakter di sebuah teater. Namun ini merupakan kali pertama ia terlibat dalam cerita tentang penyair klasik.

Walaupun sudah beberapa kali terlibat dalam pementasan teater, Prisia Nasution ternyata mengaku masih saja gugup tampil di atas panggung. Sebab, disaksikan langsung oleh banyak pasang mata yang tak dikenalnya.

“Kalau dipanggung kan semua yang nonton saya tidak kenal. Jadi, yang melihat itu mata-mata baru. Jadi, buat saya itu nervous sendiri,” lanjut Prisia Nasution.

Namun, sebagai seorang profesional, Prisia punya teknik tersendiri dalam melawan gugup di atas panggung. Dia biasanya mencoba meyakinkan diri bahwa di atas panggung adalah bukan dirinya tetapi karakter yang diperankannya.

“Ketika saya berkarakter, ya udah orang melihat karakternya kok bukan saya,” lanjut akris yang akrab disapa Phia ini.

Lebih lanjut, Prisia mengungkapkan bahwa teater dan film tak bisa disamakan karena keduanya memiliki kesulitan masing-masing. Film memiliki persiapan yang panjang dan dalam memerankan karakter harus selalu siap ketika syuting sudah dimulai. Sementara teater, dituntut bersahabat dan nyaman dengan panggung karena menurutnya panggung masih sesuatu yang misterius.

Kesulitan teater lainnya adalah awal action hingga ending tidak ada jeda. Sehingga, para pelakon harus menjelma menjadi karakter lain sepanjang pertunjukan.

Teater Nyanyi Sunyi Revolusi sendiri akan dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta, pada 2 dan 3 Februari 2019. (*/fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here