BERBAGI

BEKASI SELATAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyayangkan peristiwa warga yang sampai melahirkan di toilet Puskesmas Kaliabang Tengah, Bekasi Utara. Pihaknya berjanji segera mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) dan mengklarifikasi persoalan tersebut.

Hal ini ditegaskan Sekda Kota Bekasi, Reny Hendrawati saat dikonfirmasi Metro Bekasi, kemarin (19/2). Reny mengaku, belum mengetahui peristiwa itu secara gamblang. Pasalnya, dinas terkait dalam hal ini Dinkes belum menyampaikan laporan secara langsung soal peristiwa memprihatinkan itu.

“Ini persoalan sosial. Kok bisa sampai terjadi? Segera kami akan klarifikasi ke Dinkes supaya tahu duduk permasalahannya. Nanti kalau sudah diklarifikasi akan kita sampaikan ke teman-teman,” ungkap Reny.

Dia mengimbau, jajaran tenaga kesehatan agar lebih peka dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebab, masyarakat sangat membutuhkan campur tangan pemerintah dalam bidang kesehatan.

“Apalagi pak Wali Kota sangat konsen masalah kesehatan warganya. Pokoknya kami segera panggil Dinkes untuk memberikan jawaban atas peristiwa ini,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tenaga medis di lingkungan Puskesmas Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara bisa dikatakan lalai. Sebab, seorang pasien nya melahirkan di toilet puskesmas setempat tanpa bantuan petugas, Minggu (17/2) lalu.

Hal ini, tentunya sangat mencoreng citra baik Pemkot Bekasi di dunia kesehatan. Pasalnya, beberapa tahun belakangan iniĀ  Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi tengah gencar dan konsen dalam bidang kesehatan bagi warganya.

Ironisnya, pasien yang namanya enggan ditulis di koran ini tidak ingin memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut. Diduga kuat ada oknum puskesmas yang melarang dan menginterpensi orang yang bersangkutan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Metro Bekasi, peristiwa tersebut terjadi sekitar menjelang Maghrib. Si pasien yang sudah merasa ingin melahirkan mendatangi puskesmas. Namun, beberapa kali dipanggil petugas tidak mendengar.

Setelah itu, dia pergi ke toilet karena merasa ingin buang air. Tapi tidak disangka, justru yang keluar malah si jabang bayi nya di dalam toilet tersebut.

Kepala Puskesmas Kaliabang Tengah, drg. Elizabeth tidak berada ditempat saat hendak dikonfirmasi Metro Bekasi, Senin Lalu (18/2). Koordinator TU Puskesmas Kaliabang, Utami yang menerima wartawan tidak menampik peristiwa tersebut.

Dia membenarkan, jika petugas jaga tidak mendengar panggilan dari pasien yang bersangkutan, sore itu. Namun, setelah peristiwa itu pihaknya mengaku langsung memberikan perawatan intensif kepada pasien.

“Kebetulan petugas OB sedang keluar. Jadi, ketika si ibu memanggil petugas jaga tidak mendengar. Karena mungkin kerasa kebelet, dia ke toilet dan melahirkan di toilet,” kata Utami di kantornya.

Jajaran Puskesmas Kaliabang Tengah seperti tidak ingin disalahkan atas kelalaiannya itu. Mereka berdalih, kondisi si pasien yang ingin melahirkan itu selalu ditangani dengan baik selama mengandung.

Peristiwa itu bisa terjadi, imbuhnya, karena yang bersangkutan melahirkan anak yang ke-9. Sehingga, rasa sakit yang diderita tidak seperti pasien yang baru mengandung anak pertama atau kedua.

“Kondisi nya si pasien ini ingin melahirkan anak yang ke-9. Ketika kami tanya, memang tidak terasa mules. Karena mungkin sudah biasa. Setelah itu kita tangani semua sehat. Pasien pulang tadi pagi. Karena memang dari sebelum ini kita tangani secara intensif. Hanya pas peristiwa petugas kita benar-benar tidak mendengar ada yang memanggil,” tambahnya.

Atas kejadian itu, pihaknya mengaku telah melakukan pembenahan dikalangan internal Puskesmas Kaliabang. Bahkan, telah memasang sirine atau bel pada ruangan kebidanan yang memang lokasinya berada di bagian belakang.

“Hari ini sudah kita pasang bel dari bagian depan yang menyambung ke belakang. Supaya, kalau ada pasien datang bisa di ketahui oleh petugas jaga dengan hanya memencet bel dari depan,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Sumpono Brama mengaku, belum mengetahui detail peristiwa tersebut. Dirinya juga enggan banyak berkomentar ketika dikonfirmasi dikantornya, kemarin.

“Kita tunggu laporan tertulis dari pihal puskesmas berkaitan dengan hal ini. Jadi, baru bisa kita simpulkan titik permasalahannya. Sehingga, kita bisa ambil langkah atau tindakan selanjutnya,” singkat Brama. (ims/rez)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here