BERBAGI

KARAWANG- Petani Karawang menolak sejumlah bantuan alat sarana infrastruktur pertanian (Alsintan) dari Pemerintah Pusat, seperti Traktor, Cator dan sebagainya. Penolakan alat pertanian tersebut menyusul akibat anjloknya harga gabah yang terjadi saat musim panen kali ini.

Seperti yang dikatakan petani asal Karawang Jawa Barat, Carsim. Dirinya tidak butuh bantuan alsintan dari pemerintah. “Kami hanya butuh obat pestisida dan pupuk dengan harga murah,” kata Carsim kepada awak media belum lama ini.

Tak hanya itu, lanjut dia, dikala harga gabah tengah anjlok petani berharap agar pemerintah hadir.  Kehadiran pemerintah harus mendengar langsung dari petani, jangan hanya mendengar laporan dari bawahan.

Menurutnya, harga gabah saat musim panen dihargai oleh tengkulak hanya Rp. 3.800 perkilo. Padahal biaya produksi tanam menghabiskan biaya sebesar Rp7 juta perhektar.

Sedangkan kata Carsim, hasil panen  tahun ini hanya menghasilkan gabah 3 hingga 4 ton perhektarnya. Hasil tersebut akibat adanya serangan hama tikus. “Hasil panen tidak sesuai dengan biaya produksi yang dikeluarkan,” kata Casim.

Padahal masa panen adalah saat yang ditunggu petani untuk menikmati hasil panen. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya merugi. “Kerugian ini kami tak butuh bantuan dari pemerintah.yang kami butuhkan kehadiran pemerintah” pungkasnya. (bbs/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here