BERBAGI
KARYA SENI : Aldrik Abizar Saefaturahman, bersama ayahnya Aboy Atap Langit dan rekan seniman Karawang, sedang mempersiapkan puluhan lukisan yang akan dipamerkan dalam Pagelaran Art Road To Campus 2019 di universitas seluruh Indonesia.

CILAMAYA WETAN – Masyarakat Karawang pasti masih ingat dengan pelukis cilik Aldrik Abizar Saefaturrahman. Pernah menggegerkan masyarakat seni. Meskipun masih belia, Aldrik pernah menggelar pameran lukis tunggal, dalam acara Hut Karawang ke 385 silam.

Seperti tak puas sukses dipagelaran pertamanya. Balita yang kini berusia 5 tahun itu, saat ini tengah mempersiapkan pameran lukis berikutnya. Berbeda dengan pameran tunggal sebelumnya. Kali ini, Aldrik akan berduet dengan sang ayah, memamerkan karya seni lukis nan indah. Dari kampus ke kampus ternama, ke seluruh Indonesia.

“Kita sedang mempersiapkan sekitar 100 lukisan untuk dipamerkan keliling Indonesia. Bulan depan akan dimulai perdana di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung,” ungkap Ade Saefaturrahman saat dikunjungi KBE dirumahnya, Senin (18/2).

Bekerja sama dengan Duta Kraton Sumedang Larang. Pagelaran yang diberi nama Art Goes To Campus 2019 itu. Nantinya akan memamerkan karya seni terbaik dari pelukis otodidak Karawang. Yang rencananya akan membawa sekitar 100 lukisan untuk dipamerkan.

“Aldrik akan menjadi bintang utamanya. Selain direncanakan menggelar demo lukis dihadapan akademisi. Aldrik juga akan membawa 5 karya terbaiknya, untuk dibawa keliling Indonesia, mulai Maret 2019 mendatang,” kata pria yang sering di sapa Aboy.

Di Kampus UPI nanti, lanjutnya, Aldrik dan Aboy tidak hanya memamerkan karya-karya lukisannya. Akan tetapi, mereka bakal melelang karya lukis mereka. Untuk pembangunan Majelis Atap Langit, yang merupakan sarana belajar seni dan pendidikan agama yang dikelola oleh Aboy di Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan.

“Kita juga bakal menggelar pameran kerajinan, workshop, bedah karya dan seminar. Rencanannya saya dan Aldrik akan diundang sebagai pembicara. Sekedar berbagi ilmu dan pengalaman dengan para akdemisi disana,” jelasnya.

Aboy menjelaskan, pameran Art Road To Campus di UPI Bandung nanti, merupakan sejarah baru bagi kampus tersebut. Pasalnya, acara semacam ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Bahkan selama kampus itu berdiri.

Aboy menjelaskan, menurut para dekan dan petinggi-petinggi kampus UPI, mendatangkan pelukis otodidak seperti dirinya ke lingkungan pendidikan, baru pertama kali dilakukan.

“Ini sebuah sensai. Bahkan, konsepnya kita kemas dengan unik. Pameran lukis itu, akan di jaga oleh para mahasiswa Eropa. Sehingga, akan menambah segi keunikan dari acara Art Road To Campus ini,” pungkasnya. (wyd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here