BERBAGI
SALAT JENAZAH : Siswa kelas 12 di SMAN 1 Cilamaya, nampak antusias mengikuti jalannta ujian praktik salat jenazah di Masjid sekolah.

CILAMAYA WETAN – Peserta didik kelas 12 di SMAN 1 Cilamaya (Sacila) tengah disibukan dengan rangkaian ujian praktik. Dari 16 mata pelajaran (Mapel) seluruh siswa harus menyelesaikan 10 materi ujian praktik, mulai awal pekan ini.

Dari 10 ujian praktik itu, salah satunya, siswa kelas 12 harus melalui ujian salat jenazah. Meskipun terdengar menyeramkan, namun, siswa-siswi di Sacila, justru nampak antusias.

Guru PAI kelas 12 SMAN 1 Cilamaya,  Siti Sopiah, menuturkan, selain test baca tulis Al-Quran (BTQ) salah satu syarat lulus ujian praktik PAI di SMAN 1 Cilamaya, yaitu siswa harus bisa menyolati jenazah.

“Bukan hanya menyolati. Tapi, siswa juga harus bisa memandikan dan mengkafani jenazah,” ujar Siti Sopiah kepada KBE, Rabu (20/2).

Sopiah menjelaskan, untuk ujian praktik salat jenazah, tidak menggunakan model siswa sebagai jenazahnya. Melainkan menggunakan bantal guling kecil, yang dibungkus kain kafan. “Seluruh siswa kelas 12 di SMAN 1 Cilamaya, saya anggap mampu melakukan praktik salat jenazah,” ujarnya.

Salah satu siswa kelas 12 IPA 6 di SMAN 1 cilamaya, Mustofa Aqil, mengatakan, selama dua pekan, siswa kelas 12 di sekolah tersebut, harus kerja ekstra dalam menghadapi ujian praktik setiap harinya.

Untuk melalui setiap ujian yang dihadapi. Ternyata, pelajar kelas 12 di SMAN 1 Cilamaya, punya tips dan trik khusus. Agar melalui ujian tanpa harus takut. “Yang penting kita enjoy, kita bawa senang dan kita nikmati ujian ini, sebagai detik-detik akhir masa kita di sekolah,” ujarnya. (wyd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here