BERBAGI
ILUSTRASI
ILUSTRASI

MR.co, MEIKARTA RAYA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta yang berlangsung Selasa Malam (27/11) malam hingga Kemarin Dini Hari (28/11).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dari keenam orang yang diamankan terdapat hakim, pegawai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dan advokat. “Dari enam orang tersebut, terdapat hakim, pegawai di PN (Jakarta Selatan), dan advokat. Mereka masih dalam proses pemeriksaan saat ini,” kata Febri.

Menurut Febri, diduga akan terjadi transaksi terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Ada sejumlah uang dalam bentuk dollar Singapura yang juga turut dibawa sebagai barang bukti dalam perkara ini,” terangnya.

Dalam operasi senyap ini, tim KPK mengamankan SGD 45 ribu. “Ada sejumlah uang dalam bentuk dollar Singapura yang juga turut dibawa sebagai barang bukti dalam perkara ini. Dari perhitungan awal sekitar 45 ribu (Dollar Singapura),” bebernya.

Informasi yang Meikarta Raya himpun, Tim Satgas Penindakan KPK mengamankan hakim diantaranya berinisial RIW dan I. Dia merupakan Hakim Pengadilan PN Jaksel.

Berdasarkan data yang diakses laman https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/ terungkap RIW memiliki harta kekayaan senilai Rp 208 Juta. Jumlah ini dilaporkan terakhir pada 29 September 2016. Sedangkan pada 19 Oktober 2009 harta kekayaan RIW senilai Rp 223 juta. Ini artinya, dalam kurun hampir 7 tahun harta kekayaannya berkurang hampir senilai Rp 15 juta.

Dalam data itu juga terungkap, dia memiliki harta tidak bergerak berbentuk tanah dan bangunan seluas 357 meter persegi dan 300 meter persegi yang berlokasi di Magelang senilai Rp 290 juta.

Sementara itu, untuk harta bergerak, dia melaporkan bahwa memiliki dua buah kendaraan roda empat dan tiga buah kendaraan roda dua dengan nilai Rp 316 juta. Adapun, perinciannya untuk mobil pertama yakni Daihatsu Terios tahun 2008 senilai Rp 140 juta dan mobil kedua merk KIA RIO tahun 2013 senilai Rp 140 juta.

Selain itu, RIW juga memiliki tiga buah motor bermerk Honda Supra Fit tahun 2008 senilai 10 juta, ada pula Honda Supra 2013 senilai Rp 12 juta dan motor bermerk Honda Beat tahun 2016 senilai Rp 14 juta. Adapun, harta bergerak lainnya dengan total 40,2 juta dengan rincian logam mulia senilai Rp 18,7 juta, dan benda bergerk lainnya senilai Rp 21,5 juta.

Sementara itu, RIW memiliki Giro bernilai Rp 30 juta. Namun dia memiliki hutang dalam bentuk pinjaman uang dan pinjaman barang Rp 468 juta. Sementara itu, hakim berinisial I, total memiliki harta kekayaan senilai Rp 110 juta yang pernah dilaporkannya pada 9 Mei 2002.

Terungkap, I memiliki dua buah tanah dan bangunan seluas 800 dan 300 meter persegi senilai Rp 18 juta. Adapun, dia mempunyai harta bergerak berbentuk alat transportasi dengan mobil bermerk Toyota Kijang senilai Rp 50 juta. Selain itu, ada pula harta bergerak berbentuk logam mulia, batu mulia, barang-barang seni dan barang antik sebesar 32 juta.

Dalam data itu juga dijelaskan I memiliki harta bergerak lainnya sepeeti pesawat televisi, kulkas, mesin cuci, computer, microwave dan meubeler dengan total Rp 16,2 juta. Sedangkan giro dan setara kas lainnya senilai Rp 7,2 juta namun ada hutang dalam bentuk pinjaman uang sebesar Rp 10,3 juta. (*/fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here