BERBAGI
ILUSTRASI

MR.co, BEKASI– Seorang spesialis pencuri rumah kontrakan kosong di Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi ditangkap massa, kemarin malam (30/1). Sebelum diamankan, tersangka Heri Romadoni (31) sempat berduel dengan korbannya Estri Yulianto (19) saat memergoki aksinya.

Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Selatan Komisaris Alin Kuncoro mengatakan kasus pencurian dengan pemberatan ini terjadi di rumah kontrakan milik Misbah di Kampung Kandang Roda, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Saat melintas menggunakan sepeda motor Honda Beat bernopol T 2840 PD seorang diri, Heri tidak sengaja mendapati rumah kontrakan yang dihuni Estri tampak kosong.

“Pelaku kemudian memanfaatkan peluang itu dengan mencongkel pintu rumah kontrakan yang dihuni korban menggunakan sebuah obeng,” kata Alin kepada Cikarang Ekspres.

Di dalam rumah, kata Alin, tersangka Heri bergegas mengambil ponsel pintar merk Xiaomi seharga Rp 2,5 juta dan uang tunai Rp 200.000 milik korban. Saat Heri hendak melarikan diri, dia sempat berpapasan dengan Estri yang baru saja pulang bekerja.

“Keduanya terlibat perkelahian, Estri sempat menghalangi tersangka bahkan pukulan yang dilayangkan korban sempat ditepis pelaku hingga akhirnya dia berhasil kabur,” ujar Alin.

Kepala Unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan Iptu Jefri menambahkan, saat tangan korban ditepis, pelaku bergegas melarikan diri. Estri kemudian berteriak maling hingga mengundang perhatian Asep (40) dan Torik (36) warga sekitar yang tengah nongkrong di lokasi.

“Tanpa perlawanan, tersangka diamankan saksi berikut ponsel dan uang tunai Rp 200.000 milik korban,” katanya.

Oleh massa, pelaku yang berdomisili di Dusun Pojok Balen RT 03/02, Desa Laban Jaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang ini kemudian dibawa ke mapolsek setempat. Kepada polisi tersangka mengaku sudah melakukan hal serupa belasan kali di wilayah hukum Cikarang Barat, Cikarang Utara dan Karawang.

Jefri mengimbau kepada masyarakat khususnya karyawan yang tinggal di rumah kontrakan agar waspada terhadap praktik pencurian rumah kosong. Menurut dia, modus seperti ini sering dan rawan terjadi karena lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemilik barang.

“Selain dikunci, kalau bisa rumah juga digembok lagi dari luar dan titip kondisi rumah ke tetangga atau pemilik rumah kontrakan, sehingga situasi bisa terus dimonitor,” katanya.

Selain mengamankan tersangka, penyidik juga menyita barang bukti berupa satu unit ponsel merk Xiaomi, uang tunai Rp 200.000, sebuah obeng dan satu unit motor Honda Beat bernopol T 2840 PD. Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun. (jio/fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here