BERBAGI

CIKARANG PUSAT – Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Kabupaten Bekasi, Asep Saepullah, mengecam terkait penghinaan ‘Media Acak Kadut’ yang dilontarkan Ketua Panwascam Kedungwaringin Ahmad Zajuly melalui via WhatsaAp beberapa hari lalu.

Menurutnya, perkataan yang dilakukan Panwascam Kedungwaringin telah menghina dan melecehkan profesi wartawan sebagai mitra kerja atau pilar ke 4 kebangsaan. Tidak mestinya perkataan itu dikeluarkan selaku Ketua Panwascam kepada awak media.

“Dia kira emang bikin media pake daun,  seenaknya dia bilang media acak kadut ngga sedikit yang saya keluarkan untuk membuat media,” ucap Asep Saepullah Ketua LPK Kabupaten Bekasi, sekaligus pengusaha media dan Aktivis Kabupaten Bekasi itu, kemarin (11/04).

Tambahnya, bahwa satu hal yang perlu diingat oleh Panwascam Kedungwaringin seenaknya dia meminta maaf. Menurutnya, ada beberapa etika yang perlu ditempuhnya, sebab sudah melanggar kode etik Jurnalistik yang disebutkan dalam Undang-Undang Nomer 40 Tahun 1999.

“Ada etika yang harus dijalankan dan seyogyanya, harus ada yang namanya konfrensi pers dengan beberapa media yang diberitakan sebelumnya,” katanya.

Dia mengatakan, pernah muncul berita meminta maaf Panwascam Kedungwaringin, sangat disayangkan etika selaku pimpinan sangat lemah. Asep mendesak jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik dengan Jurnalis maka teman-teman wartawan akan bertindak tegas secara hukum demokrasi.

“Seandainya dalam dekat ini Ketua  Panwascam Kedungwaringin tidak meminta maaf dengan mengadakan konfrensi pers kepada teman-teman wartawan lainnya, maka saya akan lanjutkan sesuai hukum karena di dalam jiwa raganya saya mengalir jiwa seorang wartawan,” tutupnya. (ugi/uzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here