BERBAGI
istimewa

CIKARANG PUSAT – Caleg Provinsi Jabar, Anduy menyarankan, agar peserta BPJS Kesehatan yang tidak mendapatkan pelayanan dengan baik dari rumah sakit untuk melapor. Dia yakin, jika ada keseriusan pelaporan dari masyarakat, rumah sakit yang menolak pasien BPJS Kesehatan bisa terkena sanksi.

“Kalau saya menilai mungkin belum ada pasien yang melapor ke BPJS Kesehatan, jika ada bisa terkena sanksi rumah sakitnya,” jelas Anduy kepada Cikarang Ekspres, kemarin (20/2).

Jika sudah ada laporan, tetapi tidak ada sanksi terhadap rumah sakit, Anduy menilai, BPJS Kesehatan memang tak tegas dalam menindak RS yang tak taat aturan. “Kalau ada laporan tetapi didiamkan ya artinya memang BPJS Kesehatan tidak serius dalam membenahi pelayanannya,” ujarnya.

Anduy mengatakan tidak pernah mendengar ada pelayanan asuransi kesehatan swasta yang mendapatkan penolakan dari rumah sakit. Sebaliknya, tak sedikit kabar adanya keluhan masyarakat peserta BPJS Kesehatan yang tak terlayani dengan baik akan pelayanan rumah sakit.

Sebelumnya, Relawan Jamkeswatch kembali lagi mengungkapkan nasib peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit berat.  Tak sedikit para penderita penyakit berat tidak mendapatkan perawatan yang layak dari rumah sakit.

“Ya sudah menjadi rahasia umum BPJS Kesehatan banyak menunggu pembayaran ke rumah sakit, sebab rumah sakit kan bukan lembaga sosial,” jelas Relawan Jamkeswatch, Rismanto kepada Cikarang Ekspres.

Bahkan, pihak rumah sakit juga tak segan-segan menolak pasien penyakit berat untuk dirawat. Mereka beralasan jika penyakit pasien itu bukan termasuk emergency.

Selain itu juga, kadang pasien ditolak dengan alasan kamar rumah sakit penuh. “Ya mereka akhirnya kembali ke rumah dan pulang hanya pasrah,” katanya.

Rismanto menemukan beberapa pasien dengan penyakit berat di wilayah Kecamatan Pebayuran. Beberapa penyakit berat di antararnya seperti kekurangan gizi, tumor, lumpuh dan lainnya. “Dari segi sosial mereka harus mendapatkan BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Tak hanya itu, para penderita penyakit berat juga mengalami kendala saat ingin berobat. Kendalanya seperti ongkos untuk ke rumah sakit, juga biaya keluarga atau kerabatnya yang mengunggu selama proses pengobatan.

“harusnya itu ditanggung dana desa, tetapi kadangan desa juga cuek, kecuali kita viralkan baru deh diurus ke rumah sakit,” jelasnya. (uzi/rez)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here