BERBAGI
ilustrasi

KARAWANG– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang menargetkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 mencapai 77 persen. KPU pun melakukan langkah-langkah, termasuk sosialisasi, untuk mewujudkan target tersebut. “Kami optimistis bisa mencapai target 77,5 persen,” ujar Ketua KPU Karawang Miftah Farid.

Untuk mencapai target tersebut, lanjut Farid, pihaknya berkoordinasi dengan semua pihak untuk melakukan sosialisasi secara massif.

Bahkan untuk menghindari warga asal coblos, KPU telah mensosilisasikan kepada warga untuk mencoblos sesuai dengan pilihannya. Menurut dia, pilihan asal coblos pun bisa dihindari dengan sosilisasi yang dilakukan oleh calon legislatif. Ini juga bisa meningkatkan partisipasi pemilih.

“Sangat membantu, karena mereka harus mensosialisasikan sampai nomor urut caleg di masing-masing parpol,” kata dia.

Beberapa warga Karawang mengaku repot harus memilih lima kertas suara di tempat pemungutan suara (TPS). Hal ini disebutkan Titin (52), warga Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Meski tetap akan menyalurkan hak pilihnya, Titin mengaku akan mencoblos secara acak.

“Selama ini yang saya tahu cuma calon presiden. Bingung juga kalau untuk coblos dewan (calon legislatif), enggak ada yang kenal soalnya. Jadi, nanti kalau di TPS, kalau nyoblos paling nomor satu semua di lima surat suara,” kata dia.

Hal yang sama juga diungkapkan Karta (50), warga Kelurahan Nagasari. “Legislatif dan itu DPD, saya paling hitung kancing,” kata dia.

Potensi golput kaum buruh Potensi golput dari kalangan buruh di Karawang disinyalir masih bakal terjadi. Hal ini terjadi lantaran tak semua perusahaan bisa meliburkan karyawannya pada 17 April mendatang. Sebab, kata dia, bagi perusahaan besar, libur menyebabkan produksi terhenti dan merugi. Apalagi, pemerintah belum menetapkan hari pencoblosan 17 April sebagai hari libur.

“Jika perusahaan tidak libur saat pemilu, ratusan ribu buruh kemungkinan tidak mencoblos,” kata kata Kepala Disnakertras Karawang Ahmad Suroto.

Suroto mengatakan, suara buruh dapat mempengaruhi tingkat partisipasi pemilu secara signifikan. Sebab, jika mereka tak mencoblos, ratusan ribu lembar surat suara bakal sia-sia. Oleh karenanya, ia berharap para buruh di Karawang bisa menggunakan hak pilih mereka.

Untuk mengantisipasi golput di kalangan buruh, ia mengaku, segera menyebar surat edaran kepada 1.752 perusahaan di Karawang, untuk meminta perusahaan memberikan waktu kepada karyawan mencoblos saat pemilu. “Nanti kami buat edaran, tapi harus menunggu Keppres yang menetapkan 17 April sebagai hari libur atau yang diliburkan,” tutur Suroto. (bbs/mhs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here