Beranda Meikarta Raya Metro Bekasi Bit Merah, Penyimpan Betalain yang Kaya Manfaat

Bit Merah, Penyimpan Betalain yang Kaya Manfaat

13
BERBAGI

Bit merah (Beta vulgaris) merupakan tanaman berbunga dari keluarga Chenopodiceae, yang memiliki bentuk seperti umbi yang menggembung pada bagian akar.

Buah bit pertama kali dikonsumsi oleh masyarakat di Afrika ribuan tahun yang lalu. Akar buahnya yang begitu populer, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Eropa.

Akar buah bit ini berwarna merah pekat dan terasa manis, umumnya digunakan untuk obat kesehatan. Pigmen merah keunguan pada buah bit ini berasal dari senyawa betalain. Sari dari buah bit ini dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pewarna alami untuk dicampurkan ke dalam berbagai macam produk makanan, seperti es krim, kue basah atau kue kering, jelly, bahkan pewarna dalam pembuatan mie.

Senyawa betalain pada buah bit berbeda dengan pigmen antosianin pada tanaman lain, karena pigmen ini mengandung senyawa nitrogen yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan bersifat larut air. Aplikasi bit dalam industri pangan mencakup ekstraksi maupun pengepresan sari tanaman bit merah sebagai pewarna alami merah keunguan. Sari bit merah diperoleh dengan mencuci bit merah kemudian dipisahkan dari bagian kulit, lalu diblansir, kemudian dilakukan pengepresan, dan penyaringan.

Selain sebagai pewarna, betalain dapat menjadi sumber antioksidan dan radical savening sebagai perlindungan terhadap stres oksidatif. Kemampuan ini dapat mempertahankan kualitas bahan pangan dalam jangka panjang, dan memperpanjang umur simpan bahan pangan.

Antioksidan akan mengurangi kecenderungan bahan pangan mengalami oksidasi dari luar, sehingga mempertahankan kenampakan dan kualitas bahan pangan. Kemudian, penambahan senyawa betalain dalam bahan pangan yang mengandung gluten seperti roti dan segala jenis olahan tepung juga dapat menghambat proses glutenisasi, sehingga dapat menurunkan kadar gula pada tepung. Hal ini menjadikan makanan tersebut aman dikonsumsi bagi penderita diabetes.

Selain pada kulit buah bit, senyawa betalain banyak ditemukan pada sayuran maupun buah yang bewarna merah keunguan, seperti pada buah naga, pir kaktus, dan terung belanda. Pigmen betalain dalam bit merah tersusun oleh dua senyawa pigmen, yaitu betasianin dan betaxantin. Betasianin berwarna ungu kemerahan dan betaxantin berwarna kekuningan.

Betasianin akan menimbulkan warna yang lebih pekat pada keadaan alkali khususnya pada pH 4 sampai 5. Walaupun betasianin aman digunakan sebagai pewarna makanan, namun perlu diperhatikan suhu yang digunakan untuk pengolahannya.

Stabilitas betasianin hanya mencapai suhu 70 – 80 o C, sehingga jika dilakukan pengolahan diatas suhu tersebut dapat menimbulkan kecenderungan kerusakan pada betasianin. Kandungan antioksidan pada betasianin antara lain adalah polifenol dan asam folat. Kandungan senyawa betasianin dalam bit merah sekitar 840-900 mg/kg.

Sedikit berbeda dengan betasianin, betaxantin memiliki cincin nitrogen dengan gugus N-1 yang sering ditemui pada residu gula. Kemudian, tidak seperti betasianin, betaxantin hanyaditemui pada 10 jenis buah atau sayuran, salah satunya pada buah naga kuning. Walaupun begitu, kandungan antioksidan pada betaxantin tidak jauh berbeda dengan antioksidan pada betasianin.

Manfaat lain dari betalain yaitu dapat mencegah kanker, khususnya kanker usus. Senyawa antioksidan betalain akan menghambat adanya ikatan radikal bebas dengan jaringan tubuh sebagai sumber kanker.

Selain itu, antioksidan yang terkandung dalam senyawa betalain dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Bagi yang sedang menjalani program diet, mengonsumsi makanan yang mengandung betalain juga dipercaya dapat menurunkan berat badan dan menjadikan tubuh lebih berenergi. Hal ini dikarenakan kandungan nitratnya terbukti membuat sel-sel lebih baik dalam menghasilkan energi dalam tubuh. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here