BERBAGI
HUKUM : Bawaslu Kabupaten Bekasi akan mengkaji laporan dari caleg PSI yang merasa diganggu saat melakukan sosialisasi kampanye ke warga.

MR.co, BEKASI– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi memastikan akan mengkaji dugaan penghalangan tahapan kampanye dan pencemaran nama baik kepada Calon Legislatif (Caleg) DPR-RI Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang dilakukan oleh oknum warga di Babelan.

Koordinator Bawaslu Kabupaten Bekasi, Khoiruddin menyampaikan ada dugaan pelanggaran berdasarkan uraian kejadian dalam surat laporan PSI. Namun pihaknya akan menunggu persyaratan yang harus dilengkapi partai baru ini.

“Uraian kegiatan sudah oke, syarat formil sudah terpenuhi. Syarat Materil yang belum terpenuhi termasuk alat bukti yang harus dilengkapi,” katanya kepada awak media.

Menurut setiap pelaporan yang masuk ke Bawaslu harus dilengkapi dengan alat bukti. “Jadi bukan sebatas laporan, terus kita yang harus nyari. Laporan itu harus dilengkapi syarat formil dan materiel,” katanya.

Bawaslu memberikan waktu kepada PSI selama tiga hari kedepan sejak laporan yang dilayangkan pada Selasa (29/1). “Paling lambat hari kamis, setelah diperbaiki kita akan kaji syarat tersebut,” ujarnya.

Jika syarat tersebut dipenuhi, Bawaslu akan membahas dengan Sentra Gakkumdu. “Sentra Gakkumdu yang diisi Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan akan membahas. Lalu akan melakukan klarifikasi pihak terkait,” paparnya.

Sebelumnya, Selasa (29/1) rombongan PSI Kabupaten Bekasi yang dikomandoi Ketua DPD Muhammad Syahril mendatang Kantor Bawaslu di Ruko Central Park Cikarang untuk melaporkan pengalangan kampanye yang dilakukan oknum warga bernama Atong.

“Dia teriak-teriak, terpaksa kita laporkan. Kemarin disamper teman-teman kita, dia tidak ada iktikad baik untuk minta maaf,” jelasnya.

Oknum itu dilaporkan atas 2 perkara, pertama soal dugaan upaya menghalangi kampanye dan pencemaran nama baik terhadap Muannas Alaidid. (dim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here