BERBAGI
SDN Sukadanau 05 saat juara ke-2 Lomba K7 Kategori SD se-Kab.Bekasi.

MR.co, BEKASI – Coca-Cola Amatil indonesia (CCAI) sebagai perusahaan penjualam, manufaktur dan distribusi minuman ternama terus menunjukan kepeduliannya terhadap lingkungan.

Berdiri sejak Januari 1992. Beroperasi dengan delapan fasilitas manufaktur di Sumatera, Jawa dan Bali di seluruh Indonesia. Dua diantaranya, berlokasi di Kabupaten Bekasi, yakni di Jl.Teuku Umar KM.46 dan di dalam kawasan industri MM2100, Cikarang Barat.

CCAI dalam menjalankan program-program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Sustainability dengan mengintegrasikan 4 pilar, yaitu dengan berupaya memberikan rasa aman, fleksibel, dan menyediakan tempat kerja inklusif bagi karyawan (Our People); memberikan pilihan dan informasi bagi konsumen dalam membuat pilihan (Wellbeing); beroperasi secara bertanggung jawab, membangun hal-hal yang positif serta berkelanjutan, dan memastikan dampak minimal terhadap lingkungan (Environment); dan bermitra dengan masyarakat untuk memberikan manfaat dimana CCAI beroperasi (Community).

Pihaknya secara konsisten menjalankan pilar CSR dan Sustainability, yakni lingkungan dan komunitas – CCAI melakukan pendampingan kepada SDN Sukadanau 05 yang terletak di dekat pabrik CCAI Cikarang Barat menjadi Sekolah Berbudaya Lingkungan, sekaligus menuju Sekolah Adiwiyata.

Berbagai kegiatan dengan warga SDN Sukadanau 05 telah dilakukan sejak Oktober 2017, yakni sosialisasi pemilahan sampah, lomba mewarnai dan menggambar bertema lingkungan lestari, green ticket program, lomba kebersihan kelas, Gebyar Sekolah Berbudaya Lingkungan dan program Duta Lingkungan, peringatan bulan menanam pohon serta lainnya.

“Pendampingan SDN Sukadanau 05 yang dilakukan CCAI ini merupakan tanggung jawab perusahaan untuk kelestarian bumi demi masa depan generasi mendatang, dimana anak-anak Indonesia adalah aset masa depan yang penting. Edukasi kepada generasi masa depan agar lebih peduli dan mencintai serta menyelamatkan lingkungan, dimulai dari lingkungan sekitarnya, seperti di lingkungan sekolah,” ujar Nurlida Fatmikasari, Regional Corporate Affairs Manager CCAI.

Pada peringatan hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Pohon, CCAI juga bersama para guru SDN Sukadanau 05 melakukan edukasi menanam pohon kepada pelajar.

Kegiatan menanam pohon bersama di lingkungan sekolah, merupakan wujud menanamkan rasa cinta kepada lingkungan. Dengan memberikan edukasi sejak dini, akan tertanam pada anak-anak untuk selalu melestarikan dan menjaga lingkungan sekitar.

Juga diajarkan bagaimana cara menanam pohon secara benar, bagaimana memindahkan pohon ke pot dan memupuk tanaman setelah dipindahkan.

“CCAI sangat memberikan kontribusi untuk edukasi lingkungan kepada warga SD Sukadanau 05. Program mengenal cinta lingkungan sejak usia dini untuk anak didik kami sangat bermanfaat agar anak-anak bisa menjaga lingkungan. CCAI juga memberikan edukasi 3R, reduce reuse, recycle yakni penggunaan daur ulang barang-barang bekas untuk digunakan kembali. Beberapa kemasan plastik bekas didaur ulang untuk pot, wadah rak buku, tempat cuci tangan dan bangku serta ecobrick yang pemanfaatannya digunakan di sekolah kami,” ujar Erni Sugiarni, Kepala SDN Sukadanau 05.

CCAI juga mendukung kegiatan lingkungan lainnya, seperti World Clean-Up Day yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bekasi; Dinas Lingkungan Hidup, Polres Metro Kabupaten Bekasi dan komunitas Jangkar Ecovillage. Kegiatan yang melibatkan 2.000 relawan dilaksanakan pada pertengahan September 2018 dipusatkan di simpang Sentra Grosir Cikarang (SGC), Cikarang Utara dan dibuka oleh Wakil Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.

Selain itu, dukungan CCAI lainnya adalah pembinaan terhadap Desa Ecovillage di Kabupaten Bekasi, bentuk dukungan lainnya adalah pendistribusian tong sampah terpilah. Dengan tong sampah terpilah, warga dapat memahami pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dimana sampah rumah tangga dipisahkan dari yang tidak dapat didaur ulang/bukan organik, sampah yang dapat didaur ulang seperti kertas, karton, botol plastik, kaleng aluminium. Dan sampah organik dari rumah tangga sisa dari daun, kayu dan sisa makanan rumah tangga.

Sejumlah seratus tong sampah terpilah telah didistribusikan ke beberapa desa Ecovillage di Kabupaten Bekasi dan juga untuk lingkungan kantor Pemerintahan Kabupaten Bekasi di tahun 2018. (adv/dim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here