BERBAGI
BENCANA: Tak ada hujan, tak ada angin. Puluhan rumah di Dusun Cipancuh, Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa.

CILAMAYA WETAN-  Tak ada hujan, tak ada angin. Puluhan rumah di Dusun Cipancuh, Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa.

Banjir ini ditengarai luapan sungai Cilamaya setelah menerima  air kiriman dari Bendungan Barugbug. Pantauan KBE di lapangan, debit Sungai Cilamaya sangat tinggi. Tak hanya itu, alirannya juga sangat deras, bahkan berpotensi merusak tanggul sungai di Desa Cilamaya yang kian hari semakin terkikis.

Kasie Trantib Kecamatan Cilamaya Wetan, Eeng Haerudin mengatakan, meskipun tergenang banjir, sedikitnya 30 Kepala Keluarga (KK) memutuskan untuk tidak mengungsi alias memilih bertahan di tengah banjir.

“Untuk sementara tidak ada warga yang mengungsi. Kalau perumahan warga ada 30 KK terdampak, untuk areal pesawahan, belum terdata,” ungkap Eeng Kepada KBE, kemarin (9/4).

Untuk meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan, kata Eeng, saat ini BPBD Karawang sudah bersiaga di Desa Tegalwaru. Bahkan sudah disediakan perahu karet jenis RB untuk digunakan warga jika sewaktu-waktu akhirnya memilih mengungsi.

“Belum bisa diprediksi kapan banjir ini surut. Melihat aliran sungai masih sangat deras,” katanya.

Sementara itu di tempat terpisah Kepala Desa Tegalwaru, Aruji Ajam Atmaja mengatakan, pemerintah desa berharap ada bantuan untuk masyarakatnya yang terdampak banjir luapan sungai Cilamaya. Pasalnya sampai saat ini belum ada bantuan apapun dari pihak luar bagi masyarakatnya.

“Harapan saya, warga yang terdampak banjir agar segera mendapat bantuan,” ujarnya. (wyd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here